Obesitas Picu Asam Lambung

Obesitas picu asam lambung ~ Obesitas atau berat badan berlebih dapat menyebabkan kerusakan pada organ serta membawa tubuh anda ke kondisi medis yang buruk dan beresiko terhadap terserangnya suatu penyakit, dan bahkan tidak sedikit berujung kepada kematian.

Penyakit serius seperti serangan stroke, jantung, diabetes dan lain sebagainya akan dapat meningkat seiring dengan meningkatnya pula berat badan anda, maka dari itu penurunan berat badan merupakan suatu solusi terbaik dan tepat agar terhindar dari resiko terserangnya suatu penyakit yang berbahaya yang dapat mengancam jiwa anda.

Obesitas picu asam lambungFakta lainnya juga mengungkapkan, bahwa ternyata obesitas dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti lambung, seperti yang telah di bahas sebelumnya juga diartikel penyebab asam lambung, bahwa memang kelebihan berat badan atau obesitas picu asam lambung.

Mengkonsumsi makanan secara berlebihan dapat menyebabkan obesitas, dan aktivitas makan berlebih pula ternyata dapat menyebabkan penyakit GERD (penyakit gastroesophagel reflux), sehingga tentunya orang yang obesitas dapat beresiko terkena asam lambung, karena kelebihan berat badan dapat meningkatkan tekanan di dalam perut, serta dapat mendorong asam lambung naik atau mengalir balik ke atas menuju esofagus atau kerongkongan, dan berakibat buruk serta memperburuk kondisi dari gejala GERD itu sendiri.

Sehingga penderita obesitas yang juga beresiko menderita asam lambung akan merasakan sensasi terbakar rasa sakit dan tekanan di sekitar dada serta leher karena lemak menekan daerah lambung. Dan tekanan pada otot-otot sekitarnya yang bisa memaksa meningkatkan dan membuka cicin penghubung antara kerongkongan dengan lambung.

Sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2005 mengungkapkan, bahwa resiko refluks asam lambung dapat meningkat pada orang-orang yang mempunyai kelebihan berat badan atau obesitas. Sehingga dengan menurunkan berat badan atau mengurangi beberapa kilogram berat badan pada penderita obesitas bisa memberikan solusi dalam jangka panjang pada masalah asam lambung yang tinggi dan rasa mulas.

Selain dengan anda melakukan diet berat badan, penderita asam lambung juga disarankan untuk diet dari rokok, minuman bersoda, berkafein, beralkohol, makanan berkolesterol tinggi dan lain sebagainya yang dapat menyebabkan asam lambung kambuh atau berat badan menjadi naik.

Selain itu juga, anda dapat melakukan langkah cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi kekambuhan asam lambung yaitu jangan sampai kelewat waktu makan, namun ingat jangan berlebihan tetap dalam porsi yang kecil tapi sering, dan jangan makan sekaligus banyak, sehingga hal inilah yang dapat menimbulkan asam lambung juga obesitas. Makanlah dengan perlahan dan jangan terburu-buru.

Jika penyakit asam lambung anda selalu kambuh 1-2 kali dalam sebulan dan masih terasa ringan atau tidak berlebih, hal tersebut biasanya belum perlu penanganan medis. Karena hal tersebut tentunya masih bisa diatasi dengan mengubah pola hidup yang sebagaimana telah disebutkan diatas. Selain itu, anda juga dapat mengkonsumsi obat pereda asam lambung jika gejala timbul dan berfungsi dalam meringankan dan mengurangi gejala tersebut.

Disini kami rekomedasikan kepada Anda obat asam lambung yang 100% terbuat dari bahan alami dan berlegalitas BPOM. Obat ini adalah obat herbal QnC Jelly Gamat, bahan dasarnya adalah teripang/gamat emas pilihan.

QnC Jelly Gamat - obat asam lambung BPOM resmi

HARGA : Rp.155.000 / Botol – 300ml
( PESAN LEBIH BANYAK, HEMAT ONGKOS KIRIM )

Mengapa teripang emas menjadi bahan baku dari obat ini, alasannya adalah karena teripang/gamat emas jenis Stichopus Variegatus itu memiliki kandungan Gamapeptide yang berkhasiat untuk menyembuhkan luka 3x lebih cepat dibanding obat lainnya.

Obat ini aman dikonsumsi oleh anak-anak, ibu hamil dan menyusui. Untuk informasi lebih lanjut, silahkan Anda lihat selengkapnya dihalaman beriku, KLIK -> Obat Asam Lambung Alami.

Save

Save

Save

Save

Incoming search terms:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*